» » » » Bermain Game Kesayangan

Advertisement
Cerpen yang singkat tentang game kesayangan, Suasana sekolah tampak begitu riuh, ramai dengan suara anak-anak yang sedang mengisi waktu istirahat. Kebanyakan siswa berkumpul di kanting sekolah untuk sarapan pagi sembari mengobrol tentang berbagai hal yang mereka sukai. Sepuluh kantin sekolah penuh sesak, dibeberapa kanting ada banyak anak yang sedang menyantap sarapan sambil asyik bermain handphone kesayangan. 

Beberapa yang lain ada yang hanya asyik ngobrol berpasang-pasangan sambil minum es campur. Di sisi kanting sebelah timur ada sekelompok siswa lelaki yang hanya duduk berkerumun tepat di sisi kantin. Di sisi lain tampak Rahmat dan beberapa teman lain sedang asyik ngobrol sambil terus memandang laptop miliki Rahmat. 

“Gila nih, aku baru dikasih game baru, bagus bangget….”

“Game apa emang Mat, siapa yang ngasih kamu….”

“Game shooter, kemarin kebetulan aku chatting sama temen FB terus dia ngasih ini…”

“Wuih…. Keren tuh….”

“Iya…tampilannya keren banget….”

“Senjatanya cool, coba sih aku lihat…”

“Sabar, sabar dulu geh, ini lagi diatur dul….”

Begitulah, Rahmat dan rekan-rekannya itu adalah sekelompok siswa sma yang sedang keranjingan game online. Hampir semua waktu luang hanya mereka habiskan di depan laptop. Ya, namanya juga anak-anak, kalau gak bermain game ya chatting ama temen-temen di facebook.

Hari itu, karena asyiknya menghabiskan waktu dengan game, Rahmat dan kawan-kawan sampai lupa tugas. Jam istirahat pertama telah habis dan mereka mulai masuk ke kelas masing-masing.

“Sudah….sudah masuk oi….”

“Yuk…yuk…masuk…. Pelajaran pak Kardi nih…”

“Emang kenapa……”

“Emang kenapa, memangnya tugas kamu udah selesai!.....”

“Apa…..!! mang tugas apa sih….. ada tugas aja gak!”

“Eh…. Iya gak ada deng….”

Akhirnya mereka masuk dan ternyata Rahmat dan kawan-kawan benar-benar tak ingat bahwa hari ini ada tugas yang diberikan oleh pak Kardi.

“Siang anak-anak…..”
“Siang pak…..”

“Hari ini kita akan membahas tugas kalian kemarin, silahkan dikeluarkan hasil pekerjaan kalian…”

“Mati kita…..aku belum selesai” bisik Rahmat kepada teman sebangkunya… “Sama, aku juga belum nih Mat, gimana nih…” mereka berdua sudah terlihat panik. Beberapa rekan lain yang tampak tenang juga rupanya tidak mengerjakan.

“Maaf pak…. Mau izin ke sekretariat osis sebentar…” ucap rahmat sambil berdiri

“Ada apa Rahmat?” jawab pak Kardi

“Anu pak, tadi disuruh bikin rencana kerja osis, terus datanya sepertinya masih tertinggal di atas meja, takut hilang pak…” jawab Rahmat

“Ya sudah, jangan lama-lama, ingat tugas matematika kamu juga harus dikerjakan.” Pesan pak Kardi

“Iya pak….” Jawab Rahmat sopan

Akhirnya, Rahmat dan teman sebangkunya keluar menuju ke ruang osis. Dan ternyata itu adalah siasat Rahmat untuk mencari contekan tugas yang belum ia kerjakan. Dengan berani ia mencari teman kelas lain yang sudah mengerjakan tugas pak Kardi dan meminjamnya. Setelah beberapa menit Rahmat kembali dengan hasil contekan dan beberapa map lain. “Gara-gara game” ucapnya dalam hati.

Hari ini ia lolos, dan setelah jam pelajaran selesai ia dan rekan-rekan lain pun langsung berhambur meninggalkan sekolah. Ternyata, setelah pulang sekolah Rahmat dan teman lain sudah janjian untuk bermain game bersama. Siang itu mereka berkumpul di rumah Rahmat sebagai basecamp. 

“Buruan Mat, isi laptop kita, setelah ini kita tanding, main bareng…”
“Yo sabar coi… satu-satu…”

Seharian, sampai sore mereka lupa waktu hanya bermain game kesayangan Rahmat. Beberapa rekan lain juga tak ingat apa-apa dan lupa diri bahwa mereka masih punya tugas pekerjaan rumah yang harus dikerjakan. Larut malam, mereka kelelahan dan langsung tidur. Sampai ke esokan harinya di sekolah…

“Ayo keluarkan tugas kalian….”

“Haa…… tugas……”

“Kenapa kalian, mana tugas kalian…?”
“Waduh….aann anu Bu….”

“Anu apa…. Tugas, mana tugas!”
“Anu bu…..”

“Anu anu, dari tadi anu-anu aja, sudah sinih! Kalian pasti tidak mengerjakan tugas lagi”

“Iii…. Iiiya bu”
“Aduuuuh….. capek ibu dengan kalian, kenapa kalian tidak mengerjakan tugas!!!”

“Lupppp….”
“Luppp apa!!!”

“Lupaaa lupa bu, iya lupa…..”
“Oh….lupa, masih kecil kok sudah pelupa gitu, kasihan kalian….”

“Iya bu…lupa”
“Ya, sudah tidak apa-apa kalau lupa….”

“Iya bu, maaf…”
“Iya, gak papa… memang kalian seharian kemarin ngapain sampai lupa…”
“Pasti Rahmat main game bu…”

“Benar Rahmat…kemarin kamu main game kesayangan kamu”
“Iya bu…”

“Ya sudah, namanya juga lupa, gak bisa disalahin… sekarang kalian semua yang tidak mengerjakan tugas ibu berbaris ke depan ya…”

“Iya bu….”
“Iya, ke depan kelas, angkat kaki kiri kalian, pegang telinga kanan kalian sampai pelajaran ibu selesai…”

Meski awalnya Rahmat mengira mereka akan lolos tapi kali ini tidak. Parahnya hukuman dari bu guru tersebut bukan hanya berdiri di kelas tapi mereka mendapatkan peringatan keras untuk memilih antara belajar dengan bu guru tersebut atau main game. Jika mau belajar maka mereka harus menuruti aturan jika tidak mau mereka dipersilahkan membuat pernyataan dan dibolehkan tidak mengikuti pelajaran.


Kejadian tersebut merupakan tamparan yang sangat berharga. Kini Rahmat dan teman-teman sadar bahwa selama ini mereka lupa waktu. Mereka ingat pesan bu guru itu bahwa bermain game kesayangan boleh saya tapi tidak boleh lupa waktu dan lupa kewajiban, game adalah sarana untuk hiburan saja.

Berkat hukuman dan arahan dari bu Santi akhirnya Rahmat dan teman-temannya sudah insaf dan ingat kewajiban mereka sebagai pelajar. Sekarang mereka masih main game tapi mereka sudah tidak pernah lupa belajar.

--- Tamat ---

About Cerita Inggris Indonesia

Hi..! Cerita Inggris Indonesia adalah website yang berisi berbagai macam cerita dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Disini ada cerpen, cerita rakyat, drama, cerita anak, narrative, legenda, cerita lucu dan banyak lagi cerita lainnya. Silahkan baca mana yang anda suka, terima kasih telah berkunjung...
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post