» » » » Cerita Puteri Junjung Buih Inggris Indonesia

Advertisement
Cerita Puteri Junjung Buih - Inggris Indo. Waktu kecil paling suka kalau mendengar cerita tentang puteri dan pangeran tampan dengan kerajaannya yang megah, kali ini ceritanya juga tentang puteri yaitu "Puteri Junjung Buih". Mau tahu bagaimana ceritanya, silahkan simak cerita selengkapnya berikut!

Cerita Puteri Junjung Buih Versi Indonesia

Tersebutlah kisah sebuah kerajaan bernama Amuntai di Kalimantan Selatan. Kerajaan itu diperintah oleh dua bersaudara. Raja yang lebih tua bernama Patmaraga, atau diberi julukan Raja Tua. Adiknya si Raja muda bernama Sukmaraga. Kedua raja tersebut belum mempunyai putera ataupun puteri.

Namun di antara keduanya, Sukmaraga yang berkeinginan besar untuk mempunyai putera. Setiap malam ia dan permaisurinya memohon kepada para dewa agar dikaruniai sepasang putera kembar. Keinginan tersebut rupanya akan dikabulkan oleh para dewa. Ia mendapat petunjuk untuk pergi bertapa ke sebuah pulau di dekat kota Banjarmasin. Di dalam pertapaannya, ia mendapat wangsit agar meminta istrinya menyantap bunga Kastuba. Sukmaraga pun mengikuti perintah itu. Benar seperti petunjuk para dewa, beberapa bulan kemudian permaisurinya hamil. Ia melahirkan sepasang bayi kembar yang sangat elok wajahnya.

Mendengar hal tersebut, timbul keinginan Raja Tua untuk mempunyai putera pula. Kemudian ia pun memohon kepada para dewa agar dikarunia putera. Raja Tua bermimpi disuruh dewa bertapa di Candi Agung, yang terletak di luar kota Amuntai. Raja Tua pun mengikuti petunjuk itu. Ketika selesai menjalankan pertapaan, dalam perjalanan pulang ia menemukan sorang bayi perempuan sedang terapung-apung di sebuah sungai. Bayi tersebut terapung-apung diatas segumpalan buih. Oleh karena itu, bayi yang sangat elok itu kelak bergelar Puteri Junjung Buih.

Raja Tua lalu memerintahkan pengetua istana, Datuk Pujung, untuk mengambil bayi tersebut. Namun alangkah terkejutnya rombongan kerajaan tersebut, karena bayi itu sudah dapat berbicara. Sebelum diangkat dari buih-buih itu, bayi tersebut meminta untuk ditenunkan selembar kain dan sehelai selimut yang harus diselesaikan dalam waktu setengah hari. Ia juga meminta untuk dijemput dengan empat puluh orang wanita cantik.

Raja Tuapun lalu menyayembarakan permintaan bayi tersebut. Ia berjanji untuk mengangkat orang yang dapat memenuhi permintaan bayi tersebut menjadi pengasuh dari puteri ini. Sayembara itu akhirnya dimenangkan oleh seorang wanita bernama Ratu Kuripan. Selain pandai menenun, iapun memiliki kekuatan gaib. Bukan hanya ia dapat memenuhi persyaratan waktu yang singkat itu, Ratu Kuripan pun menyelesaikan pekerjaannya dengan sangat mengagumkan. Kain dan selimut yang ditenunnnya sangatlah indah. Seperti yang dijanjikan, kemudian Raja Tua mengangkat Ratu Kuripan menjadi pengasuh si puteri Junjung Buih. Ia ikut berperanan besar dalam hampir setiap keputusan penting menyangkut sang puteri.

Cerita Puteri Junjung Buih Versi Inggris

Uphold daughter scum

Is exactly the story of a kingdom named Amuntai in South Kalimantan. The kingdom was ruled by two brothers. The older king named Patmaraga, or given the nickname King Tua. His brother the young king named Sukmaraga. Both the king does not have any sons or daughters.

But between them, Sukmaraga that great desire to have a son. Every night he and his queen in order to appeal to the gods blessed with a pair of twin sons. The desire seems to be granted by the gods. He got directions to go meditate to an island near the city of Banjarmasin. In the hermitage, he gets to ask his wife wangsit kastuba eating flowers. Sukmaraga started to follow the orders. Correct as per instructions of the gods, a few months later the queen was pregnant. She gave birth to twins a very beautiful face.

Hearing this, the desire to have a son of old King anyway. Then he begged the gods to be blessed with sons. Old king dreamed told god imprisoned in the Great Temple, which is located outside the city Amuntai. Old king's instructions were followed. When finished running the hermitage, on the way home he found the girl alone are floating in a river. The baby is floating above segumpalan froth. Therefore, a very beautiful baby was later titled Princess Uphold scum.

Old king then ordered the foreman palace, Datuk Pujung, to take the baby. However, the royal entourage was surprised, because the baby was already able to speak. Prior to his appointment of the bubbles, the baby ditenunkan ask for a piece of cloth and a blanket to be completed in half a day. He also asked to be picked up with forty beautiful woman.

Tuapun king then the baby menyayembarakan request. He promised to appoint people who can meet the demands of the baby to be caretakers of this princess. Contest was eventually won by a woman named Queen Kuripan. In addition to clever weaving, she began to have supernatural powers. Not only he can meet the requirements of the short time, the Queen Kuripan any work done was amazing. Fabrics and quilts ditenunnnya very beautiful. As promised, then raised the old king queen princess Kuripan become caregivers Uphold the scum. He joined a large role in nearly every important decision concerning the princess.

About Cerita Inggris Indonesia

Hi..! Cerita Inggris Indonesia adalah website yang berisi berbagai macam cerita dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Disini ada cerpen, cerita rakyat, drama, cerita anak, narrative, legenda, cerita lucu dan banyak lagi cerita lainnya. Silahkan baca mana yang anda suka, terima kasih telah berkunjung...
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post